Lamongan, Asatunet.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan, terus memberikan kesempatan bagi calon pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan dan kompetensi individu dengan memberikan pelatihan sesuai keahlian.
Tak ayal, tuntutan dunia kerja yang terus berkembang saat ini sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap dan mempunyai daya saing. Bukan tanpa alasan, pelatihan merupakan hal yang sangat dominan untuk mengasah soft skills (ketrampilan lunak).
Begitu pula sebaliknya, suatu perusahaan sudah barangtentu mempunyai pertimbangan tersendiri dalam memilih setiap calon pekerja. Artinya, dengan ratusan bahkan ribuan pelamar yang mengajukan permohonan, kwantitas maupun kwalitas SDM yang kompeten pasti jadi pilihan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan, M Zamroni, S.Sos.,M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja, Luluk Ida Papilu, SP mengatakan untuk realisasi anggaran tahun ini yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 1 Miliar.
Dari nilai tersebut, menurut Luluk, diperuntukan untuk beberapa jenis pelatihan. Diantaranya, pelatihan tata rias modifikasi, kecantikan merias wajah, service motor, desain grafis, plate welder, pemeliharaan kendaraan ringan, menjahit dan membuat kue dan roti.
Diakui memang tidak mudah ‘melahirkan’ SDM yang siap berkompetisi. Untuk itu, beberapa instruktur berpengalaman di bidangnya yang berlisensi juga disiapkan. “Kami yakin, dengan bekal instruktur berpengalaman, melahirkan SDM mandiri sangat mudah,” ujar Luluk saat ditemui di ruang kerjanya.
Diakui kegiatan pelatihan tidak jauh beda dari tahun sebelumnya. Perbedaannya hanya pada nilai anggarannya ada sedikit pengurangan. Meski begitu, Pemkab melalui Disnaker tetap optimis akan optimal membentuk SDM yang berdaya saing dalam pasar kerja.
Kembali ditambahkan, untuk teknis pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi dilakukan secara bertahap. Pada tahap 1 dilaksanakan bulan Mei hingga Juli sebanyak 3 kejuruan, tahap 2 pada bulan Juli hingga Agustus sebanyak 4 kejuruan dan tahap 3 pada bulan Oktober hingga Nopember terdapat 3 kejuruan.
Sedangkan untuk saat ini, terang Luluk, telah dilaksanakan sebanyak 3 paket. “Sementara ini sudah ada 48 orang yang telah mengikuti pelatihan dan dinyatakan berhak memperoleh sertifikat kompeten. Tentunya, jebolan BLK Disnaker sudah siap bersaing,” katanya.









