Surabaya, Asatunet.com - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi siswa baru SMK Ketintang dan SMA Widya Darma Surabaya, selama 4 hari kedepan, dimulai dengan apel bersama yang digelar di halaman area sekolah, Selasa (14/7/2026).
Apel dipimpin Kepala SMK Ketintang Surabaya, Agung Nugroho berlangsung tertib dan khidmat. Informasi yang dihimpung, MPLS berlangsung yang dimulai hari ini, Selasa 14 hingga Jumat 17 Juli 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, siswa siswi baru SMK Ketintang Surabaya total terdapat 642 anak terbagi menjadi 5 kejuruan dan 54 rombongan belajar (rombel).
Dalam keterangan Agung, khusus bagi siswa-siswi baru agar bisa menciptakan karakter dan budaya positif. Menurutnya, jangan sampai seenaknya untuk datang terlambat, tapi selama mengikuti pelaksanaan MPLS siswa-siswa semua harus bisa proaktif.
"Seluruh murid baru dapat mengikuti serangkaian MPLS yang sudah ditetapkan pada peraturan sekolah dan bisa berkreasi, berani menyampaikan pendapat, bertanggungjawab pada diri kita sendiri, serta menjaga lingkungan sekolah," harap Agung.
Sedangkan, bagi siswa siswi baru diharapkan dapat membangun budaya positif, salah satunya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman. Agung menyarankan, jangan sampai ada murid baru melakukan hal yang merugikan.
"Jangan sampai terjadi pada murid baru merusak aset sekolah atau ruang kelas, mencoret meja belajar maupun vandalisme fasilitas kamar mandi," tegasnya.
Dan, jika anak ingin melampiaskan melakukan vandalisme, sambung Agung, nanti bisa dalam hal yang positif. Kami sediakan fasilitasi supaya mereka dapat berekspresi hingga menghasilkan karya.
Sedangkan, bagi murid baru, Agung berharap menjadi individu yang taat kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME), berbudi pekerti luhur, berpengetahuan luas. Mengingat, sekolah ini menjadi pilihan favorit maupun memiliki berbagai prestasi yang sudah dicapai oleh seluruh murid dan guru pembimbing akademik.
"Kami sampaikan murid baru agar tetap mematuhi peraturan sekolah, saling mengenal masing-masing guru pembimbing akademik, tetap menjaga kesopanan, menghargai, berkomunikasi dengan bijak," imbuhnya.
Agung menambahkan untuk pembentukkan karakter dimulai sejak di sekolah. Pihaknya juga menekankan untuk tidak terjadi melakukan perundungan atau bullying serta kekerasan siswa siswi. "Kita harapkan tercipta sekolah yang dinamis, nyaman, serta lingkungan asri,” pungkasnya.









