Lamongan, Asatunet.com – Proyek strategis rekontruksi jalan terus digeber Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga hingga tuntas tahun ini. Tak hanya itu, beberapa titik jembatan juga telah rampung dilakukan rehab lantaran kondisinya sangat tidak layak.
Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur jalan yang vital bagi mobilitas masyarakat. Tujuannya tak lain melanjutkan program prioritas tahun 2024, yakni Jalan Mulus Lamongan (Jamula) yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Sedangkan, di tahun ini pekerjaan dilanjutkan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Itu merupakan bukti nyata pemerintah daerah untuk menuntaskan pembangunan jalan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Lamongan, Andy Kurniawan, S.T.,M.MT melalui Kabid Pengelolaan Jalan, Fadhin Muzamil, S.T mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan proyek jalan. Salah satunya, akses jalan Sumberwudi–Maduran yang memiliki total panjang kurang lebih 2.856 meter.
Dari total keseluruhan, menurut Fadhin, terbagi menjadi tiga segmen, yaitu Segmen 1 sepanjang 672 meter dengan lebar 5 meter, Segmen 2 sepanjang 1.900 meter dengan lebar 4,5 meter, dan Segmen 3 sepanjang 284 meter dengan lebar 4,5 meter, serta dilengkapi dengan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 50 meter.
“Jenis konstruksi yang digunakan adalah rigid pavement (beton kaku) dengan ketebalan 20 cm, yang dirancang untuk daya tahan tinggi terhadap beban kendaraan dan cuaca ekstrem,” jelas Fadhin saat ditemui di rung kerjanya.
Menurutnya, wilayah sekitar Jalan Sumberwudi–Maduran merupakan akses daerah pertanian dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Rekonstruksi jalan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan dan kemudahan mobilisasi hasil pertanian, sehingga mempercepat distribusi dan menekan biaya logistik.
Selain itu, masih kata Fadhin, salah ruas jalan tersebut menjadi target prioritas lantaran memiliki peran strategis karena menghubungkan jalan kabupaten antara ruas Sekaran –Laren dengan jalan provinsi tepatnya pada ruas Sukodadi – Banjarwati hingga menjadikannya jalur penghubung penting antar wilayah.
Pekerjaan rekontruksi jalan tersebut menghabiskan Rp 6,8 miliar, realisasi bulan Agustus mencapai 27 persen hingga saat ini sudah 100 persen, dengan segmen 2 sepanjang 191 meter telah rampung. Begitu pula segmen 3 sepanjang 284 meter telah selesai sepenuhnya. Ditambah pula pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 50 meter juga telah rampung
“Semoga dalam capaian pekerjaan bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Lamongan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal,” tuturnya.
Kemudian di bidang pengelolaan jembatan juga telah menuntaskan 2 titik lokasi usulan dari pemerintah desa, dikarenakan kondisinya kurang layak. Tepatnya pada lapisan lantai dasar bawah terdapat kerusakan. Progresnya untuk saat ini juga sudah rampung 100 persen. Diantaranya di Desa Wonokromo dan Desa Gebangangkrik, Ngimbang.
Sunariyanto, S.T, Kabid Pengelolaan Jembatan Dinas PU Bina Marga, mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan usulan peningkatan dan rehab jembatan yang sudah tidak layak dan membahayakan. Sehingga, warga sekitar terdampak genangan banjir, terlebih meninggalkan kotoran yang menumpuk.
Progresnya, untuk peningkatan jembatan Wonokromo dengan nilai anggaran Rp 634 juta, dari kondisi semula lantai jembatan sudah kropos, saat ini sudah diperbaharui, serta luasan yang sebelumnya sangat sempit, sekarang ada perubahan. Dari semula lebar 3 meter jadi panjang kurang lebih 5 meter. Sedangkan lantainya sudah kondisi rehab total.
Sedangkan untuk jembatan Gebangangkrik menghabiskan anggaran rehab Rp 863 juta. “Ploting anggaran berasal dari APBD. Tentang ukurannya sama seperti sebelumnya yakni panjang 20 meter dan lebar 3,8 meter. Nilai tersebut untuk memperbaiki dan memperkuat yang rusak,” jelas Sunaryanto.









