JAKARTA, Asatunet.com - PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis bensin, mulai 1 Agustus 2026. Penurunan harga ini mencakup varian Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, hingga Pertamax Turbo (RON 98).
Penyesuaian ini merupakan bagian dari evaluasi rutin berkala yang dilakukan Pertamina sesuai mekanisme yang berlaku. Kebijakan tersebut mengacu pada pergerakan tren rata-rata harga minyak dunia serta dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun menyampaikan bahwa selain faktor indikator pasar global, keputusan penurunan harga ini dipertimbangkan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat serta efisiensi beban transportasi harian.
"Kebijakan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menghadirkan harga yang transparan, kompetitif, serta tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," ujarnya.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%—seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Bali—berikut adalah rincian penyesuaiannya:
-
Pertamax (RON 92): Turun dari Rp16.250/liter menjadi Rp15.950/liter (turun Rp300/liter).
-
Pertamax Green 95: Turun dari Rp17.000/liter menjadi Rp16.600/liter (turun Rp400/liter).
-
Pertamax Turbo (RON 98): Turun signifikan dari Rp19.300/liter menjadi Rp18.300/liter (turun Rp1.000/liter).
Sementara itu, untuk BBM jenis diesel nonsubsidi seperti Dexlite (Rp19.700/liter) dan Pertamina Dex (Rp21.150/liter) terpantau tidak mengalami perubahan. BBM bersubsidi seperti Pertalite (Rp10.000/liter) dan Biosolar (Rp6.800/liter) juga tetap stabil.
"Kami terus memastikan kelancaran pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia tetap terjaga dengan baik. Dengan adanya penurunan harga pada varian Pertamax series per 1 Agustus 2026 ini, kami berharap dapat memberikan efisiensi biaya transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," pungkas Roberth.
Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas beban transportasi harian masyarakat sekaligus menjadi pemantik bergairahnya roda perekonomian nasional di awal bulan Agustus.









