Lamongan, Asatunet.com – Penting ! Jangan anggap remeh masalah kesehatan gigi dan mulut. Lebih baik mencegah daripada terlambat. Seruan ini ibarat ajakan bagi masyarakat untuk intens menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Sejalan dengan harapan Bupati Yuhronur Efendi, fasilitas Poli Bedah Mulut dan Maksilofasial di RSUD dr Soegiri siap menjadi garda terdepan mengatasi kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Kota Soto.
Fasilitas poli Bedah Mulut dan Maksilofasial merupakan cabang spesialistik kedokteran gigi yang menangani operasi rongga mulut, rahang (maksilofasial), serta struktur wajah terkait, termasuk tindakan preventif, diagnostik, dan rehabilitasi.
Bagi masyarakat, menurut dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial RSUD dr Soegiri, drg. Saifullah Amri, Sp. BMM.M.Ked.Klin, apabila terdapat permasalahan gigi berlubang yang menimbulkan nyeri harus ada tindakan. Jangan sampai terlambat.
Menurutnya, masalah kesehatan mulut dan rahang bukan hanya soal gigi berlubang atau nyeri biasa. Banyak kasus yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut, seperti gigi impaksi, kista rahang, trauma wajah, hingga kelainan sendi rahang.
Perlu diketahui juga, gejala-gejala berikut yang bisa ditangani Poli Bedah Mulut dan Maksilofasial. Diantaranya : nyeri hebat di gigi geraham bungsu, adanya benjolan di gusi atau rahang sulit mengunyah atau bicara akibat kelainan rahang efek trauma wajah atau mulut.
Sebagai solusi terpercaya, professional dan modern, RSUD dr Soegiri membuka pelayanan untuk anda dan keluarga setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, dimulai jam 8 sampai selesai.
Tindakan itu berupa : Pencabutan gigi kompleks (odontektomi gigi impaksi, atau gigi dengan akar sulit). penanganan trauma wajah dan rahang (perbaikan patah tulang rahang akibat kecelakaan), operasi kista atau tumor jinak di rongga mulut.
Kemudian, Bedah pro Prostetik (persiapan mulut sebelum pemasangan gigi tiruan), penatalaksanaan infeksi rongga mulut yang berat (abses odontogen), rekonstruksi dan implant dan kelainan bawaan (bibir sumbing).
Saat ini poli Bedah Mulut RSUD dr. Soegiri merupakan satu-satunya pelayanan yang ada di wilayah kabupaten Lamongan. Respon masyarakat sangat luar biasa terhadap layanan baru ini terbukti dengan angka kunjungan poli yang semakin hari semakin meningkat.
Menurut catatan, sejak awal launcing di bulan Maret 2025 lalu, Poli Bedah Mulut & Maksilofasial RSUD dr. Soegiri Lamongan menangani rata-rata 25 pasien per-hari, yang didominasi pasien dengan keluhan gigi berlubang dan impaksi gigi.
Kenapa harus segera ada tindakan jika terdapat masalah gigi ? dr. Saifullah menyebut bila seseorang mengidap obsess akibat gigi berlubang atau impaksi gigi, maka tentunya akan memicu sepsis hingga kegagalan organ serta peningkatan resiko mengidap penyakit kardiovaskuler dan pneumonia.
"Hal itu terjadi karena bakteri di dalam gigi dan mulut yang terkumpul dan masuk ke dalam sistem peredaran arah, hingga mempengaruhi fungsi kerja organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru," jelas dr. Saifullah saat ditemui Asatunet.com di RSUD dr Soegiri, kemarin.
Dijelaskan, penyakit kardiovaskular sendiri merupakan masalah kesehatan yang berkenaan dengan pembuluh darah dan jantung. Pada beberapa kasus, bakteri dari gigi dapat menyebabkan infeksi jantung salah satunya yaitu endocarditis.
"Tentu bisa meningkatkan risiko pneumonia loh kesehatan rongga mulut yang buruk itu. Selain itu, juga dapat memicu terjadinya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) maupun bronkitis akut," terangnya.
Untuk itulah, dr. Saifullah kembali menekankan kepada seluruh masyarakat Lamongan agar lebih peduli dengan kesehatan gigi dan mulut supaya tidak meningkatkan resiko terkena penyakit yang lebih serius.
"Masalah kesehatan gigi itu jumlah kasusnya sangat tinggi, karena masyarakat seringkali menunggu sakit dulu, kemudian baru memeriksakan diri. Padahal, gigi dan mulut merupakan bagian awal tubuh yang menerima makanan, cairan, dan juga salah satu organ yang terlibat dalam proses pencernaan,” jelas dr. Saifullah.
Jadi, jangan sampai lantaran mangabaikan kondisi kesehatan gigi dan mulut berbagai macam penyakit komplikasi yang disebabkan oleh buruknya kualitas oral hygiene seseorang, ujung-ujungnya menyiksa diri sendiri.
"Menjaga kesehatan gigi dan mulut itu sebenarnya tidak sulit kok, kuncinya adalah menjalani upaya-upaya seperti menggosok gigi 2x sehari secara rutin, membersihkan lidah, mengurangi makanan manis, serta memeriksakan kesehatan gigi dan secara rutin setiap 6 bulan sekali," sebut dr Saifullah.
Adapun upaya itu harus konsisten sehingga menjadikan kebiasaan, tentu akan meningkatkan kesehatan tubuh serta meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Otomatis kesehatan jasmani dan rohani seperti yang diharapkan akan tercapai.
Sekedar diketahui, kesehatan gigi dan mulut salah satu proyeksi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan bagian dari Quick Win Presiden RI Prabowo Subianto yang diikuti lebih dari 8,2 juta orang sejak peluncuran 10 Februari 2025 lalu.
Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 12 Juni 2025, menunjukkan 1 dari 2 peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diketahui mengalami masalah gigi dan mulut, mulai dari gigi berlubang, gigi goyang, impaksi gigi hingga gusi turun.









