Lamongan, asatunet.com - Sudah tahukah anda kuliner rujak buah dengan bumbu racik buatan Mak Tas di Paciran Kabupaten Lamongan. Kalau belum pernah mencicipi pasti dijamin penasaran dengan rasanya.
Umumnya, rujak Paciran yang membuat beda rasanya adalah bumbunya. Rujak Mak Tas sendiri telah berdiri sejak tahun 1986. Asal muasal, nama Mak Tas diambil dari nama penemu racikan Rujak tersebut.
Meski sekarang usaha rujak tersebut diteruskan oleh adik kandungnya sendiri lantaran Mak Tas sudah meninggal, rasanya pun tak mau ketinggalan. Selain pedasnya berasa, sensasi rasanya sangat berbeda. Jadi, rugi kalau tidak pernah menjajal rujak buah Paciran ini.
Menurut salah satu pengunjung, Citra (18) asal Paciran, kenikmatan rujak Mak Tas terletak pada bumbu yang digunakan, yaitu garam, terasi, cabai, sedikit micin atau penyedap rasa, asam jawa, petis serta gula merah.
Lantas apa yang membedakan?, "Bedanya adalah pengambilan bumbu dari cobek ini memanfaatkan kulit buah siwalan yang telah diambil buahnya," kata Citra, Rabu (04/08).
Selain itu, Citra menjelaskan, gula merah yang digunakan adalah yang berasal dari pohon tal. "Petis yang dimanfaatkan untuk membuat kuliner yang disebut juga dengan Rujak Paciran ini berasal dari saripati ikan pindang yang memiliki rasa asin. Tidak seperti petis kebanyakan yang memiliki citarasa gurih," jelas Citra.
Lokasi kuliner Rujak Mak Tas ini terletak sekitar 1 kilometer saja dari arah barat Wisata Bahari Lamongan (WBL). Bagi kamu yang ingin mampir, kuliner ini buka hampir setiap hari mulai jam 8 pagi hingga pukul 5 sore dengan harga satu porsi rujak Rp5.000 rupiah saja, nikmat dan bersahabat untuk kantong bukan ?
Editor : Yudi








