JAKARTA, Asatunet.com – Guna mempercepat penanganan masalah banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Lamongan, jajaran pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan melakukan kunjungan kerja konsultasi dan koordinasi ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam kunjungan strategis ini, rombongan legislatif didampingi langsung oleh perwakilan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan daerah dalam menyinergikan program penanganan infrastruktur air antara pemerintah pusat dan daerah.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas langkah-langkah konkret dalam mengurai masalah banjir menahun yang berdampak langsung pada sektor pertanian serta aktivitas harian masyarakat. Dua kawasan yang menjadi fokus utama pembahasan dan diusulkan untuk mendapat penanganan prioritas adalah wilayah Bengawan Jero dan aliran Kali Pembuang Prijetan.
Ketua Komisi C DPRD Lamongan menyampaikan bahwa kondisi di lapangan memerlukan intervensi yang komprehensif, mengingat luapan air di kawasan tersebut kerap merugikan produktivitas petani lokal. Oleh sebab itu, kehadiran pemerintah pusat melalui Ditjen SDA sangat diharapkan untuk memberikan dukungan teknis maupun anggaran.
Melalui koordinasi ini, Komisi C DPRD Lamongan menyerahkan sejumlah data teknis serta masukan terkait kebutuhan infrastruktur air yang mendesak. Pihak legislatif berharap Kementerian PU dapat segera merealisasikan program normalisasi serta optimalisasi pintu-pintu air dan pompa pengendali banjir di wilayah-wilayah rawan tersebut.
Pertemuan berjalan dengan dialog interaktif, dan pihak Ditjen SDA Kementerian PU menyambut baik masukan tersebut dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya sesuai dengan skala prioritas dan rencana tata ruang sumber daya air nasional.
Bantu kami dengan membagikan berita ini melalui :









