Surabaya, Asatunet.com – Diprediksi jika petahana pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan Nomor Urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak mempunyai suara paling dominan lantaran dipercaya masyarakat dalam Pemilihan Gubernur di 2024.
Salah satu faktor indikatornya adalah, pasangan tersebut sudah membuahkan bukti nyata selama menjabat. Hal itu seperti apa yang sudah diungkap Burhanuddin Muhtadi salah satu founder dan peneliti utama indikator politik Indonesia.
Penarikan sampling diketahui menggunakan metode multistage random sampling. Denganasumsi metode simple random sampling, dari 1000 responden memiliki toleransi kesalahan (margin or error) sekitar plus minus 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam proses survey, dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang. Wawancara dilakukan dengan tatap muka langsung oleh pewawancara yang telah dilatih. Hal ini kemudian menjadi magnet dukungan masyarakat di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.
"Jadi alasan memilih calon paling banyak karena calon dinilai sudah ada bukti nyata hasil kerjanya. Khofifah Indar Parawansa dipilih terutama karena dinilai sudah ada bukti nyata hasil kerjanya,” terang Burhanuddin dalam rilis survei daring Indikator Politik Indonesia, Minggu (29/9)
Elektabilitas Khofifah-Emil terekam paling dominan daripada kandidat lain di Pilgub Jatim 2024 berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia periode 9-14 September 2024. Pasangan petahana tersebut terekam memiliki elektabilitas sebesar 61,2 persen.
“Pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak unggul dengan dukungan sekitar 61,2 persen,” terang Burhanuddin.
Elektabilitas tersebut jauh mengungguli para pesaingnya seperti pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim. Terekam Risma-Gus Hans hanya mendapatkan elektabilitas di angka 26 persen.
Angka elektabilitas tersebut berjarak sangat jauh yakni di angka 35,2 persen dari elektabilitas Khofifah-Emil. Di urutan buncit terdapat pasangan Luluk-Lukman dengan elektabilitas satu digit yakni di angka 2,2 persen.
“Kemudian pasangan Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dengan dukungan sekitar 26 persen, dan pasangan Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim dengan dukungan sekitar 2,2 persen,” jelasnya.









