Pasuruan, Asatunet.com - Ungkap kasus perdagangan manusia atau human trafficking beberapa hari kemarin oleh jajaran Polres Pasuruan di kawasan Puncak Tretes - Prigen mendapat respon positif dari anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan.
"Kita apresiasi kinerja polres dalam pengungkapan kasus human trafficking. Untuk mengungkap kasus ini, tentunya melibatkan banyak pihak," kata Sa'ad Muafi anggota Fraksi PKB pada awak media, Senin (13/3/2023).
Pihaknya mengatakan bahwa masih banyak lagi kasus-kasus seperti itu di kawasan puncak tersebut. Politisi muda ini juga mendorong aparat penegak Perda (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan untuk lebih getol melakukan razia ditempat-tempat yang diduga dibuat ajang 'bisnis lendir'.
Menurutnya, dengan melakukan razia rutin tentunya akan menekan angka prostitusi di wilayah Pasuruan. "Kasus ini harus menjadi perhatian Pemkab Pasuruan. Artinya, protitusi memang ada meskipun terlihat samar-samar," singgungnya.
Selain itu, Sa'ad berharap Pemkab Pasuruan harus memberikan solusi dengan memberikan pendidikan dan pekerjaan yang halal untuk kehidupannya. Supaya, para 'kupu-kupu malam' tidak terjun kembali ke 'dunia hitam' lagi.
Sekedar diketahui, Satreskrim Polres Pasuruan berhasil mengamankan lima orang. Dari lima itu, tiga orang diduga sebagai mucikari dikawasan Tretes. Dua orang sebagai penjaga wisma. Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan empat puluh tiga orang yang diduga sebagai PSK.
Editor ; Yudi
Bantu kami dengan membagikan berita ini melalui :









